Tersandera Dalam Belenggu Angan-Angan
Oleh: jap
Engkau kuat
Aku lemah,
Engkau bisa
Aku tak mampu,
Khayalmu menjadi belenggumu,
Belenggu yang senantiasa mengikat kalbu,
Aku tak mampu menebas batas,
Batas akal yang mengalir deras,
Mungkin semua itu hanya semu,
Namun apa daya jurang ketakutan terngiang selalu,
Ada apa gerangan wahai insan yang tak kunjung juang,
Mengharap pahlawan datang menembus kosongnya ruang,
Hati berdesir bagai disayat pedang,
Luka menganga hanya dalam awang,
Engkau bertutur bagaikan nestapa,
Suram harimu mulai terlupa,
Engkau, engkau, tak kunjung aku,
Dimana kaki berpijak layu,
Menatap gemerlapnya dunia,
Dunia ilusi yang di ujung mimpi,
kawan sama hina
Ocehan Ngawur Si Tukang Tidur
Wednesday, 26 June 2019
Thursday, 13 June 2019
K E B E R A G A M A N
Dimana aku,
Tak ada aku,
Jiwa penghayal,
Tertutup metal,
Pernah mengobral,
Namun hanya bual,
Sang tetua mengaduk akal,
Manuver pintar tapi koq nakal,
Mungkin kau lupa,
Duduk di singgasana,
Berayun mewah mencari tuah,
Berbekal berkah kau selimuti amarah,
Heran memang orang memandang,
Tak hayal sangka rupa terbayang,
Juntaian rantai gedung menjulang,
Sembunyi wayang drama sang dalang,
Tak ada aku,
Jiwa penghayal,
Tertutup metal,
Pernah mengobral,
Namun hanya bual,
Sang tetua mengaduk akal,
Manuver pintar tapi koq nakal,
Mungkin kau lupa,
Duduk di singgasana,
Berayun mewah mencari tuah,
Berbekal berkah kau selimuti amarah,
Heran memang orang memandang,
Tak hayal sangka rupa terbayang,
Juntaian rantai gedung menjulang,
Sembunyi wayang drama sang dalang,
MULAI BINGUNG
Bingung ... bingung ... bingung
Gundah gulana mendera,
Merayu semu di lubuk jiwa,
Bukan, bukan, bukan ini solusinya,
Sang ratu berkata merobek luka,
Apakah ini sudah saatnya,
Saat yang tepat untuk berkelana,
Mengarungi tujuh samudera,
Menerjang ombak tiupan dewa,
Akan kupikir penuh laksana,
Titah sang raja tak kunjung tiba,
Gundah, gundah, gundah gulana,
Menunggu sabda raja semesta,
Gundah gulana mendera,
Merayu semu di lubuk jiwa,
Bukan, bukan, bukan ini solusinya,
Sang ratu berkata merobek luka,
Apakah ini sudah saatnya,
Saat yang tepat untuk berkelana,
Mengarungi tujuh samudera,
Menerjang ombak tiupan dewa,
Akan kupikir penuh laksana,
Titah sang raja tak kunjung tiba,
Gundah, gundah, gundah gulana,
Menunggu sabda raja semesta,
Wednesday, 12 June 2019
KOSONG KOSONG
Masih teringat dan membekas,
Kata-katamu terasa pedas,
Menolak lupa akan hal yang tak pantas,
Kau lantunkan itu di terik panas,
Malam tadi kita bertemu,
Kuhampiri kau dengan langkah sayu,
Akankah kau terima permintaan maafku,
Walaupun engkau yang merobek hatiku,
Kosong-kosong
Kata itu yang sebagai kunci
Membakar dengki sekian hari
Melupakan pedih di lubuk hati
Sucikan hati di hari yang fitri
Kosong-kosong
Kata-katamu terasa pedas,
Menolak lupa akan hal yang tak pantas,
Kau lantunkan itu di terik panas,
Malam tadi kita bertemu,
Kuhampiri kau dengan langkah sayu,
Akankah kau terima permintaan maafku,
Walaupun engkau yang merobek hatiku,
Kosong-kosong
Kata itu yang sebagai kunci
Membakar dengki sekian hari
Melupakan pedih di lubuk hati
Sucikan hati di hari yang fitri
Kosong-kosong
KILATAN ITU MENYAMBAR
Dar ... Dar ... Dar ...
Dekat terasa memekak di telinga,
Suara keras menghantam dari angkasa,
Coba kulihat dari jendela,
Awan mendung merajalela,
Tiupan angin menerpa senja,
Membawa kabar untuk waspada,
Tubuh tersentak untuk amankan jiwa,
Tiada kata hanya wirid dibaca,
Dar ... Dar ... Dar ...
Penerang itu pun sirna,
Terkena kilat gelap gulita,
Hati mulai menduga-duga,
Apakah gerangan kisah berikutnya,
Dekat terasa memekak di telinga,
Suara keras menghantam dari angkasa,
Coba kulihat dari jendela,
Awan mendung merajalela,
Tiupan angin menerpa senja,
Membawa kabar untuk waspada,
Tubuh tersentak untuk amankan jiwa,
Tiada kata hanya wirid dibaca,
Dar ... Dar ... Dar ...
Penerang itu pun sirna,
Terkena kilat gelap gulita,
Hati mulai menduga-duga,
Apakah gerangan kisah berikutnya,
Thursday, 6 June 2019
Friday, 31 May 2019
Wahai Engkau Yang Ada Di Sana
"ENGKAU"
Wahai engkau yang ada di sana,
Yang melamun di tengah gelap gulita,
Menyemai rindu mengakar ke jiwa,
Jiwa yang goyah mengungkap rasa,
Subscribe to:
Posts (Atom)
Tersandera Dalam Belenggu Angan-Angan
Tersandera Dalam Belenggu Angan-Angan Oleh: jap Engkau kuat Aku lemah, Engkau bisa Aku tak mampu, Khayalmu menjadi belenggumu, Bele...
-
Dar ... Dar ... Dar ... Dekat terasa memekak di telinga, Suara keras menghantam dari angkasa, Coba kulihat dari jendela, Awan mendung me...
-
Masih teringat dan membekas, Kata-katamu terasa pedas, Menolak lupa akan hal yang tak pantas, Kau lantunkan itu di terik panas, Malam t...
-
"ENGKA U" Wahai engkau yang ada di sana, Yang melamun di tengah gelap gulita, Menyemai rindu mengakar ke jiwa, Ji...